Keterkaitan Manusia dengan Kebudayaan.

Manusia

              Dalam hubungan dengan lingkungan, manusia  merupakan  suatu organisme hidup (living organism) . Terbentuknya pribadi seseorang dipengaruhi oleh lingkungan bahkan secara ekstrim dapat dikatakan bahwa setiap orang berasal dari satu lingkungan vertical (genetika tradisi)  horizontal  (geografik fisik social) maupun kesejarahan. Tatkala seorang bayi lahir, ia merasakan perbedaan suhu dan kehilangan energy dan oleh karena itu ia menangis, menuntut agar perbedaan itu berkurang  dan kehilangan itu tergantikan. Dari sana timbul anggapan dasar bahwa setiap manusia  dianugerahi kepekaan  (sense) untuk membedakan (sense of discrimination) dan keinginan untuk hidup. Untuk dapat hidup, ia membutuhkan sesuatu. Alat untuk memenuhi kebutuhan itu bersumber dari lingkungan.

 

  Unsur Manusia :

   a.Jasad

      Yaitu tubuh manusia yang memiliki bentuk yang dapat dilihat

      dan disentuh

   b.Hayat

       Suatu kehidupan dalam bentuk aktifitas

   c.Ruh

      Bersifat  religi  yang  dapat  dikaitkan hubungannya  dengan

      Tuhan                                           

Budaya

             Kata budaya merupakan bentuk majemuk kata budi-daya yang berarti cipta,karsa,dan rasa.  Sebenarnya  kata budaya hanya dipakai sebagai singkatan kata kebudayaan, yang berasal dari bahasa Sangsekerta budhayah yaitu bentuk jamak dari budhi yang berarti budi atau akal. Budaya atau kebudayaan dalam Bahasa Belanda di istilahkan dengan kata culturur. Dalam Bahasa Inggris culture.

            Berdasarkan definisi darin parav ahli tersebut dapat dinyatakan bahwa unsur  belajar merupakan hal terpenting dalam tindakan manusia yang berkebudayaan. Hanya sedikit tindakan manusia dalam rangka kehidupan bermasyarakat yang tak perlu dibiasakan dalam belajar.

            Dari kerangka tersebut diatas tampak jelas benang merah yang menghubungkan antara pendidikan dan kebudayaan. Dimana budaya lahir melalui proses belajar yang merupakan kegiatan inti dalam dunia pendidikan.

            Selain itu terdapat tiga wujud kebudayaan yaitu :

1.      Wujud pikiran, gagasan, ide-ide, norma-norma, peraturan, dan sebagainya. Wujud pertama dari kebudayaan ini bersifat abstrak,berada dalam pikiran masing-masing anggota masyarakat di tempat kebudayaan itu hidup;

2.      Aktifitas kelakuan berpola manusia dalam masyarakat. Sistem social terdiri atas aktifitas-aktifitas manusia yang saling berinteraksi

3.      Wujud fisik,merupakan seluruh total hasil fisik dari aktifitas perbuatan dan karya manusia dalam masyarakat.

 

 Hubungan antara manusia dan kebudayaan

Hubungan antara manusia dan kebudayaan secara sederhana adalah manusia sebagai perilaku kebudayaan dan merupakan suatu obyek yang dilaksanakan manusia dari sisi lain. Manusia dan kebudayaan merupakan salah satu ikatan yang tak bisa dipisahkan dalam kehidupan ini. Manusia sebagai makhluk Tuhan yang paling sempurna menciptakan kebudayaan mereka sendiri dan melestarikannya secara turun menurun. Budaya tercipta dari kegiatan sehari hari dan juga dari kejadian – kejadian yang sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa. Dari sisi lain, hubungan antara manusia dan kebudayaan ini dapat dipandang setara dengan hubungan antara manusia dengan masyarakat dinyatakan sebagai diaektis, maksudnya saling terikat  satu  sama  lain.

 

 

 

Proses  dialektis  ini  tercipta melalui 3 tahap yaitu: 

  1. a.     Eksternalisasi,   proses   dimana    manusia   mengekspresikan dirinya      dengan membangun dunianya. Melalui eksternalisasi ini masyarakat   menjadi   kenyataan   buatan manusia.

 

  1. b.    Obyektivasi, proses  dimana  masyarakat  menjadi   realisasi obyektif, yaitu suatu  kenyataan  yang  terpisah  dari  manusia dan berhadapan     dengan manusia. Dengan  demikian masyarakat dengan segala pranata     sosialnya akan mempengaruhi  bahkan membentuk perilaku manusia.

 

  1. c.      Internalisasi, proses dimana masyarakat disergap kembali oleh manusia maksudnya bahwa manusia mempelajari kembali masyarakatnya   sendiri  agar  dia  dapat  hidup dengan baik,sehingga  manusia  menjadi   kenyataan  yang  dibentuk  oleh masyarakat.

 

 

 

 

 

Sumber :

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s