Hubungan Penggunaan Media Sosial terhadap Prilaku Remaja

Makin beragamnya jenis media jejaring  sosial yang bermunculan pada saat ini membuat semakin banyak orang tertarik untuk menggunakannya. Kemudahan pemakaian makin menjadi hal pendorong seseorang untuk tidak ragu-ragu untuk menggunakannya, termasuk anak-anak. Meskipun banyak media jejaring sosial menerapkan standart umur pergunanya tetap saja itu tidak dapat menjadi penghalang bagi anak-anak untuk memiliki akun pada suatu media jejaring sosial khususnya Facebook. Adakah dampak yang ditimbulkan dari media jejaring sosial terhadap anak-anak yang menggunakannya dalam bidang prilaku??

Pada saat kali ini saya akan membahas tentang pengaruh media jejarin sosial terhadap prilaku remaja. Titik acuan yang saya ambil pada bahasan ini berasal dari sebuah jurnal yang berjudul “Hubungan Penggunaan Situs Jejaring Sosial Facebook terhadap Prilaku Remaja Dikota Makasar” yang ditulis oleh Christiany Juditha. Mengapa saya membahas topik ini pada remaja? Karena sikap dan prilaku yang dimiliki remaja tidak terlepas dari proses yang pernah dilewatinya pada masa kanak-kanak.

Pada jurnal ini dikatakan bahwa, saat ini penggunaan FB di Indonesia sudah enjadi rutinitas sehari-hari, mulai dari pelajar, mahasiswa, guru, disen, pengusaha, pengacara, politisi, artis, tokoh-tokoh dunia dan lain-lain dan dari berbagai kelas dan golongan karena masalah penggunan internet udh bukan menjadi barang mahal. Keistimewaan FB terletak pada fasilitasnya yang varatif dan cenderung mudah dipelajari. Pola komunkasi internet melalui situs pertemanan FB ini, pad tahap tertentu bisa menimbulkan adiksi yang mngkin dapat berpengaruh pada kehidupan nyata. Beberapa ciri-ciri orang yang teradiksi terhadap internet yaitu, pengguhnaan yang berlebihan, kegelisahan ketika tidak mengakses internet dalam interval waktu tertentu, peningkatan toleransi terhadap adiksi internet itu sendiri dan dapak negatif (termasuk isolasi sosial) (Jerald J., 2008). Sebuah survei yang dilakukan oleh Ohio University, menyebutkan bahwa manusia yang kerap menggunakan FB ternyata menjadi malas dan bodoh. Bahkan beberapa kasus diindonesia seperti penculikan anak dibawah umur, dan prilaku tidak sopan pelajar terjadi berawal karena penggunaan situs jejaring sosial FB.

Beberapa studi  dan penelitiann mengenai dampak penggunaan situs jejaring sosial FB  sudah banyak dilakukan oleh Ohio University, menyebutkan bahwa manusia yang kerap menggunakan FB ternyata menjadi malas dan bodoh. Menurut studi yang mengambil sample219 mahasiswa Ohio State University tersebut, semakin sering mahasiswa menggunakan fb, semakin sedikit waktu mahasiswa belajar dan semakin buruk nilai-nilai mata pelajaran mahasiswa. Seperti dikutip Daily Mall, pra psikolog melkukan penelitiandan mengungkap bahwa hasil ujian dari mereka yang bel;ajar sambil main situs jejaring sosial itu lebih kecil 20 % dibanding dengan mereka yang belajar saja. Namun melalui FB masyarakat dapat juga membangun gerakan sosial seperti untuk endukung kasus Prita, Mulyasari, Bibit-Candra dan lainnya. Penelitian dengan judul simbol-simbol Kepedulian Sosial dalam situs jejaring sosial yang penulis lakukan tahun 2010 jelas menyimpulkan bahwa memlalui akun grup FB ribuan orang tergerak untuk mendukung kasus prita dan dimaknai sebagai simbol kepedulian sosial dari masyarakat kepada Prita dengan upaya pengumpulan koin untuk membantu Prita Mulyasari yang sedang berseteru dengan rumah sakit Omni Internasional.sekilas tadi merupakan gambaran dari dampak positif dan negatif dari FB.

Perilaku remaja dalam menggunakn Fb memiliki karakteristik dapat dilihat pada perkataan dan perbuatan remaja saat mereka memanfaatkan FB. Dalam hal ini yang dapat diukur adalah FB dapat memperburuk cara berkomunikasi dan merusak tata bahasa pengguna remaja. Perilaku remaja ini juga dapat dipengaruhi lingkungan dimana saat semua teman-teman menggunakan jejaring sosial maka mereka juga akan melakukan hal yang sama. Hal ini  akan sangan berguna bagi para remaja dalam mencari teman baru dan mempererat hubungan dengan teman yang sudah ada, mendapatkan banyak informasi, pengetahuan, dan pengalaman baru sekaligus terhibur dan menghibur  orang lain melalui FB atau sebaliknya mendapat masalah/ musuh akibat FB.

Kesimpulan

Dari bahasan tadi dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara penggunaan situs jejaring sosial  dengan perilaku remaja. FB dapat memberikan dampak buruk dan dampak baik terhadap prilaku remaja yang sudah terang dan nyata dapat kita lihat. Dampak negatifnya adalah banyak waktu belajar remaja yang terbuang sehingga nilai pelajaran mereka menurun. Tetapi dampak positif yang dimiliki bahwa FB juga dapat membuat remaja mendapatkan lebih kaya informasi bahkan ilmu yang mungkin tidak didapatkan mereka sebelumnya.

Dari segi sosial fb memang dapat mengumpulkan beribu-ribu orang yang saling berjauhan untuk saling berkomunikasi atau bahkan saling menyatukan visi mereka dalam sebuah aksi sosial tanpa mereka harus saling bertatap muka, tapi Fb juga dapat membuat mereka yang dekat terasa jauh karena mereka sibuk dengan Media Jejaring sosial mereka masing-masing.

Sekian bahasan singkat saya mengenai hubungan Media sosial FB dengan prilaku remaja. Saya senang sekali mendefinisikan fungsi media jejaring sosial dengan kalimat “ Media Jejaring Sosisl dapat Mendekatkan Mereka yang Jauh dan Menjauhkan Mereka yang dekat”. Maka sebaiknya remaja atau bahkan kita pengguna Jejaring sosial untuk dapat bersikap bijaksana dalam menggunakan media Jejaring Sosial.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s