Tulisan 1

Pertama-tama sebelum saya menjelaskan konsep diri saya,saya akan menceritakan sedikit tentang profil  saya. Dalam tulisan ini saya tidak akan menyebutkan siapa nama saya, karena saya yakin tanpa saya menyebutkan siapa saya kalian pasti sudah tau sedang membaca profil siapa.

Saya adalah anak kedua dari dua bersaudara, saya lahir di Bekasi 2 Agustus 1994. Saat in saya berkuliah di fakultas Psikologi Universitas Gunadarma. Saya adalah pribadi yang cenderung tida bisa diam, dalam arti saya senang mencari kesibukan di luar rumah. Saya adalah salah satu anggota KSR (Korps SukaRela) PMI kota bekasi.

Masuk kedalam pembahasan konsep diri saya. saya adalah orang yang cukup santai dalam menghadapi sesutu, mudah diajak bekerja sama. Biasanya saya dapat diandalkan dalam mencari jalan keluar sebuah permasalahan terutama dalam organisasi. Ketika saya menghadapi masalah saya cenderung untuk diam, apalagi ketika posisi saya tidak bersalah, memang sih kata orang itu cara yang kurang tepat buat membuktikan sebuah kebenaran. Saya lebih senang orang mengetahui bahwa saya benar dengan sendirinya bukan dengan puluhan kata yang saya ucapan untuk membuktikan bahwa saya benar, tapi akan berkebalian jika saya salah, saya akan dengan hati terbuka mengungkapkan bahwa saya salah. Saya juga bukan orang yang cukup tebuka kepada orang lain, saya lebih cenderung untuk melepaskkan stres dengan cara lain. Didunia akademis saya tida begitu pintar rajin juga tidak tapi ya lumayanlah nilainya. Yah cukup sekian konsep diri yang saya bisa beritahukan.

Berbicara tentang kesehatan mental, beberapa waktu searang ini banyak sekali kasus yang mencerminkan bahwa buruknya kesehatan mental orang-orang khususnya remaja zaman sekarang. Masih hangat dalam ingatan kita kasus tentang Ade Sarah yang dibunuh oleh mantan pacarnya (hafidz) dibantu oleh pacar baru hafidz. Banyak spekulasi yang bermunculan tentang penyebab atas pembunuhan Ade Sarah, tapi yang jelas alasan utama penyebab pembunuhan ini dilatar belakangi asmara. Hanya karena asmara seseorang dapat dengan teganya membunuh seseorang yang sebelumnya pernah dicintainya. Hal ini membuktikan bahwa remaja sekarang masih banyak yang kesehatan mentalnya terganggu, hal  dapat ditandai dengan ketidakmatanganya emosi remaja tersebut. Tetapi kasus seperti ini tidak hanya dialami oleh remaja saja, baru-baru ini kita mendengar kasus bunuh diri masal satu keluarga diCirebon seperti yang tertera dalam artikel berikut ini :

TEMPO.CO, Cirebon: Satu keluarga nekat bunuh diri. Diduga mereka menanggung beban utang yang cukup besar. 

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, bunuh diri massal satu keluarga ini terjadi di dua kota yang berbeda namun dengan selisih waktu yang hampir bersamaan. Dua orang melakukan bunuh diri di Pekalongan, dan selang setengah jam kemudian, dua orang lagi melakukan bunuh diri di sebuah hotel yang terletak di Jalan Siliwangi, Kota Cirebon. 

Dua orang yang berada di Cirebon adalah Anita, 58 tahun, dan Roy Rudjito (30). Mereka adalah ibu dan anak. Sedangkan seorang lagi Sasa (25) dalam kondisi kritis menjalani perawatan di di rumah sakit Pelabuhan Cirebon. Sasa adalah calon menantu Anita. Diduga mereka minum racun serangga pada Jumat 28 Februari 2014. 

Sedangkan yang bunuh diri di Pekalongan atas nama Lisnawati (32) dan Deni Ricardo (11). Mereka adalah anak dan cucu dari Anita. 

Informasi yang diperoleh, Anita dan anaknya, Roy, bersama calon menantunya, Sasa, datang ke Cirebon untuk menemui anaknya yang tinggal di Cirebon. Mereka pun menginap di Hotel Langensari yang berada di kawasan Jalan Siliwangi, Kota Cirebon sejak Kamis malam 27 Februari. 

Sang anak yang berada di Cirebon, Tomi, menerima telepon dari Pekalongan yang mengabarkan kalau kakaknya Lisnawati dan keponakannya, Deni, telah meninggal bunuh diri. Tomi pun memberitahukannya ke sang ibu. Namun reaksi sang ibu saat itu biasa-biasa saja. Bahkan menyuruh Tomi untuk cepat-cepat pulang ke rumahnya. 

Saat berada di rumah, Tomi mendapat telepon dari Sasa yang melihat ibunya dan Roy sudah tidak sadarkan diri. Saat menelpon, kondisi Sasa sebenarnya sudah hampir tidak berdaya akibat minum racun serangga. Tomi pun kembali ke hotel dan pihak hotel pun baru mengetahui adanya aksi bunuh diri tersebut. 

Saat masuk ke kamar, Tomi dan pengelola hotel sudah menemukan tiga orang terkapar. Anita dan Roy diduga sudah tewas di kamar hotel, sedangkan Sasa dalam kondisi kritis. Ketiganya kemudian langsung dibawa ke RS Pelabuhan Cirebon. 

Kasat Reskrim Polresta Cirebon AKP Hidayatulah ketika dikonfirmasi menjelaskan, dua korban yang tewas sudah dibawa ke Pekalongan, Jawa Tengah. Sedangkan Sasa kini masih kritis di rumah sakit. “Kami masih menyelidiki kasus ini,” katanya. Hidayatullah pun tidak menampik jika kejadian tersebut kemungkinan akibat bunuh diri. 

Saat ditanyakan motif bunuh diri, diduga akibat terbelit hutang yang cukup banyak. “Tapi masih dugaan sementara, penyelidikan masih dilakukan,” katanya. Pelaku bunuh diri sendiri merupakan pengusaha material di Pekalongan.”

            Menurut saya, kasus ini membuktikan adanya indikasi ketidakmatangan emosi yang terjadi pada orang dewasa. Hutang yang dimiliki oleh tokoh yang berada pada cerita diatas membuat dirinya seperti tidak memiliki jalan keluar, padahal jika dia memiliki kematangan emosi yang baik masih ada banyak jalan yang dapat dipergunakan untuk menyelesaikan masalah hutangnya, apalagi jika kematangan emosi ini disertai juga dengan tingkat religiusitas yang tinggi pasti akan muncul kepercayaan yang tinggi dalam dirinya bahwa segala masalahnya dapat selesai dengan usaha yang telah dia lakukan serta doa yang selalu dia panjatkan.

 

Daftar Pustaka :

Anonimus.(2014).Satu Keluarga Diduga Bunuh Diri Bersamaan. http://www.tempo.co/read/news/2014/03/01/058558477/Satu-Keluarga-Diduga-Bunuh-Diri-Bersamaan.Diakses.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s