Tulisan 2 ( Kesehatan Mental)

Pengalaman Stres
Ketika saya mendapat tugas menceritakan pengalaman stres paling berkesan yang pernah terjadi di kehidupan saya, saya langsung teringatakan suatu peristiwa yang pernah saya alami. Loh kok sters bisa paling berkesan??? Biasanya stres dikaitkan dengan suatu kejadian yang sangat menyeramkan atau menggelisahkan, stres yang saya alami memang cukup membuat saya tertekan tetapi setelah saya jalani ini merupakan pengalaman yang paling berkesan.
Ketika tahun 2012 saya memutuskan untuk mendaftar sebagai relawan di KSR Pmi Kota Bekasi, sebelum saya disahkan menjadi relawan saya harus melewati pendidikan kurang lebih selama 6 bulan. Dalam 6 bulan itu setiap hari minggu kami mengikuti pelatihan, setiap pelatihan kami diajarkan ilmu-ilmu mengenai kepalangmerahan serta cara pertolongan pertama, kami juga diajarkan tentang kedisiplinan serta latihan fisik dan uji mental. Dari pagi hingga siang kami diajrkan mengenai teori-teori dialam ruang yang suasananya cukup santai. Saat jam 12 siang waktunya isoma (istirahat, sholat, makan) sebelum makan biasanya kami memutuskan untuk sholat terlebih dahulu, walaupun saya kristen tetapi saya biasa menemani teman-teman saya sholat. ketika perjalanan dari mssjid menuju ke Markas PMI Kota Bekasi kami sering dilanda stres, perut mual, yang sebelumnya kami merasa sangat lapar kini nafsu untuk makan saja tidak, badan berkeringat dingin, perjalanan yang tadinya cukup jauh sekarang terasa sangat dekat karena kami merasa tidak ingin cepet sampai kesana. Hal ini terjadi karena waaktu makan adalah waktu dimana kami juga di latih kekuatan fisik dan mental, push-up, lari, teriakan itu sudah menjadi tambahan lauk makan siang kami. Hal itulah yang selalu teringat oleh kami saat setiap langkah kami pulang dari masjid dan membuat kami cukup tertekan dan stres. Tetapi seiring berjalannya waktu kami mulai cukup terbiasa untuk menjalani kebiasaan itu karena semangat kami yang kuat ingin menjadi relawan. Dan setelah semua itu selesai kami mulai dapat memetik hikmah dari apa yang telah kami jalani.
Meski begitu setelah proses pelatihan selesai dan saya telah di angkat sebagai relawan di KSR PMI Kota Bekasi peristiwa itulah yang bisa selalu saya ingat dan mungkin bisa saya ceritakan kepada anak-anak saya nanti, bukan cerita mengenai betapa tertekannya saya tentang peristiwa itu melainkan betapa senangnya saya bisa memiliki pengalaman menarik itu di masa muda saya.
Stres pasti pernah dirasakan oleh siapapun baik muda maupun tua, kaya maupun miskin. Stres juga dapat disebabkan oleh berbagai hal, banyak kasus mengenai stres yang muncul pada akhir-akhir ini contohnya saja banyak calon pejabat-pejabat yang stres karena kalah mendapatkan bangku pemerintahan di DPR, uang mereka telah habis untuuk melakukan kampanye kampanye serta untuk mengisi amplop-amplop kosong untuk dibagikan kepada orang-orang dengan maksud agar orang-orang itu dapat memilih dia. Pada artikel saya kali ini saya tidak akan membahas lebih lanjut tentang fenomena stres para pejabat-pejabat, melainkan saya akan menbahas fenomena stres yang dialami siswa dan siswi yang akan menghadapi Ujian Nasional. Sebelum saya membahasnya saya ingin menampilkan sebuah artikel yang terdapat pada blog “Kompasiana” mengenai masalah tersebut
“ Fenomena siswa stres juga berulang, sebentar lagi 14 April 2014 UN akan dilaksnakan. Setiap perhelatan UN (Ujian nasional) di gelar. Banyak yang pergi ke dukun biar lulus. Ada lagi yang memanjatkan doa bersama dan istighosah (hampir sama dengan kelakuan para caleg). Ya lumayanlah masih ingat Tuhannya. Daripada yang ke dukun.

UN tak Beres Siswa kian stres sumber:liputan6.com)

Bunuh diri karena tak lulus UN (sumber:tribunnews.com)
Pihak sekolah dan guru-guru juga tak kalah stresnya. Sekolah ingin mendongkrak siswanya agar lulus semua. Jadilah kecurangan disana-sini. Guru disuruh membuat kunci jawaban dengan cara membocorkan soal. Bahkan siswa disuruh beli kunci jawaban biar lulus ujian.
Dari kejadian ini ada juga yang gagal. Padahal mungkin dia siswa yang pintar. namun karena dia tak mau curang akhirnya tak lulus ujian. Sang siswa menjerit meraung dan kesurupan. Inilah fenomena siswa stres setiap tahun pasti berulang.”
Stres memang wajar dialami oleh pelajar yang sedang inigin menghadapi Ujian Nasional, tetapi terkadang stres ini membawa banyak hal negatif bagi siswa, antara lain :
1. Membuat para siswa menjadi tidak percaya diri dan merasa tidak mampu serta tidak siap dalam menjalani UN.
2. Membuat siswa memilih jalan yang dirasa praktis dan aman, yaitu dengan cara membeli soal serta jawaban UN yang akan keluar.
3. Membuat siswa tidak konsentrasi belajar.
Hal tersebut seharusnya tidak perlu terjadi jika siswa tersebut memiliki kematangan emosi yang cukup baik. UN memang sudah di klaim sebagai momok yang menakutkan tetapi jika kita lihat kembali UN merupakan titik penantian kita setelah kita belajar selama 3 tahun (bagi SPM / SMA) oleh sebab itu kita harus menantikan momen itu dengan berbagai persiapan yang matang dengan belajar yang tekun serta ribuan doa yang kita panjatkan,bukan terfokus dengan stres yang akhirnya akan membuat bahwa ilmu yang kita pelajari selama 3 tahun ini tersasa sia-sia. Stres bisa membawa hal positif jika kita juga dapat memandangnya secara positif juga. Jadikan stres sebagi dorongan yang membuat kita bersemangat dalam menyelesaikan masalah tersebut. Kita patut besyukur jika masih diberi kesempatan mengalami stres karena hal itu membuktikan bahwa kita masih memikirkan suatu masalah yang sangat penting bagi kita dengan lebih serius dan menyiapkan usaha yang lebih besar untuk menghadapinya.
Sekian yangbisa saya bagi dalam artikel singkat ini, semoga ini bisa menjadi pelajaran kita semua dalam menyikapi stres secara positif.

Daftar Pustaka
http://birokrasi.kompasiana.com/2014/04/12/fenomena-caleg-stres-dan-siswa-stres-646946.html

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s