PSIKOLOGI MANAJEMEN TUGAS 3

Peranan Konflik dalam Mengembangkan Manajemen di Perusahaan

Mendengar kata “KONFLIK” hal yang langsung tersirat dalam benak kita pasti berhubungan dengan suatu permasalahan, pertikaian, hambatan, serta hal-hal negatif lainnya. Hal ini selaras dengan pengertian konflik dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata “KONFLIK” memiliki arti; Percekcokan, Perselisihan, Pertentangan. Konflik dilatarbelakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu dalam suatu interaksi. perbedaan-perbedaan tersebut diantaranya adalah menyangkut ciri fisik, kepandaian, pengetahuan, adat istiadat, keyakinan, dan lain sebagainya, oleh sebab itu konflik sangat dapat dijumpai ditengah-tengah suatu perhimpunan yang memiliki banyak anggota yang satu sama lainnya saling berinteraksi, salah satunya adalah perusahaan.
Adanya konflik dalam perusahaan bukanlah merupakan hal yang aneh, karena banyak pihak dalam perusahaan tersebut yang satu sama lain yang memiliki pandangan yang berbeda-beda mengenai suatu hal, terutama dalam manajemen Perusahaan tersebut. Konflik dalam manajemen perusahaan memang merupakan permasalahan yang harus segera diselesaikan karena akan menghambat kinerja dari setiap karyawan yang bekerja di perusahaan tersebut.
Banyak Perusahaan yang gagal mengatasi konflik yang terjadi dalam manajemen perusahaannya, sehingga perusahaan tersebut mengalami kebangkrutan, tapi tidak sedikit juga perusahaan yang berhasil menyelesaikan konflik dalam manajemennya sehingga membuat perusahaan tersebut menjadi lebih sukses. Konflik dalam manajemen pada dasarnya mengindikasikan bahwa manajemen dalam perusahaan tersebut masih memiliki kekurangan. Dapat menyelesaikan konflik dalam manajemen dapat berarti pula perusahaan mempemperbaiki manajemen yang berlaku di perusahaannya. Pada dasarnya konflik dapat dicegah namun jika konflik telah terlanjur terjadi sebenarnya jika diatasi secara benar konflik dalam perusahaan bukanlah hal yang perlu ditakuti melainkan konflik justru dapat dijadikan ajang pengkoreksian manajemen yang telah ada untuk dikaji kembali supaya mendapatkan bentuk manajemen yang lebih baik lagi.

Contoh konflik dalam manajemen perusahaanya adalah sebagai berikut ;
Jakarta – Asosiasi Pilot Garuda (APG) melakukan aksi mogok kerja di Bandara Soekarno-Hatta. Aksi mogok dilakukan karena tuntutan kenaikan gaji belum ditanggapi oleh direksi Garuda.

“Aksi mogok kerja sudah diketuk tepat pukul 00.00 WIB,” kata Presiden APG, Stephanus Geraldus, kepada detikcom, Kamis (28/7/2011).

Menurut Stephanus, APG sudah mengistruksikan kepada seluruh anggotanya untuk melakukan aksi. “Kalau ada yang tidak ikut berjuang, APG tidak memaksa,” katanya.

Saat ini puluhan pilot Garuda sudah berkumpul di Garuda Operation Center lengkap dengan seragam mereka. Stephanus memastikan aksi ini akan berjalan tertib.

“Mogok kerja APG bukan untuk mengumpulkan massa. Kita hanya berkumpul duduk, makan,” ungkapnya.

Meski mogok kerja dilakukan, menurut Stephanus, tidak ada satupun pihak direksi yang datang untuk menyelesaikan kisruh ini. Mediasi yang dilakukan menemui jalan buntu. Tuntutan kenaikan gaji sepertinya tidak dipenuhi oleh direksi.

“Tidak ada direksi yang datang,” tandasnya.

Aksi mogok ini dilakukan sebagian pilot yang tergabung dalam APG, antara lain sebagai bentuk protes atas diskriminasi pendapatan pilot asing dengan pilot lokal. Awak kabin yang tergabung dalam Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (Ikagi) juga menyerukan mogok serupa.
(News.Detik.com)
Konflik ini diawali dari manajemen maskapai Garuda yang membedakan peberian upah pilot lokal dengan pilot asing. Pilot garuda melakukan aksi mogok kerja untuk mengumpulkan massa dan meminta kesetaraan gaji antara pilot asing dengan pilot lokal. Dalam permasalahan ini terjadi konflik antara pihak pilot dengan pihak manajemen maskapai. Agar konflik ini dapat terpecahkan pihak manajemen maskapai harus mengkaji ulang apakah dasar dalam pemberian upah sudah adi atau belum, jika memang pilot asing memiliki lisensi dan standard yang lebih tinggi daripada pilot lokal maka yang harus dilakukan oleh manajemen hanya menjelaskan dasar dasar apa yang dipergunakan dalam pemberian upah tiap-tiap pilot baik pilot lokal maupun asing, namun jika pilot lokal serta pilot asing memiliki lisensi dan standard yag sama maka perlu dipertimbangkan keadilan dalam pemberian upah pilot lokal supaya setara dengan pilot asing.

Peranan Kepemimpinan untuk mengatasi konflik struktural dan konflik fungsi kerja yang terjadi dalam sebuaah sistem manajemen diperkantoran

Dalam suatu organisasi selalu terdapat pihak yang berperan sebagaai pemimpin dalam organisasi tersebut. Pimpinan organisasi sangat memiliki andil yang sangat besar dalam suatu organisasi terutama dalam pengambilan keputusan. Dalam suatu perusahaan orang yang memimpin perusahaan biasa disebut sebagai manajer perusahaan, yang bertugas sebagai otak pertama dalam pengambian keputusan dalam perusahaan. Posisi manajer dalam suatu perusahaan sangat dianggap penting karena posisi manajerlah yang harus menggerakan bahwahan sampai ketingkat yang paling rendah untuk menggerakan suatu perusahaan, oleh sebab itu dibutuhkan gaya kepemimpinan dalam memimpin suatu perusahaan.

Kepemimpinan memiliki peranan tersendiri dalam sebuah organisasi Menurut H.G. Hicks dan C.R. Gullett (Dalam Zainal, 2010) dalam bukunya yang berjudul Organization: theory and Behavior tahun 1979 menyebutkan bahwa peranan kepemimpinan adalah :
• bersikap adil
• memberikan sugesti
• mendukung tercapainya tujuan
• sebagai katalisator
• menciptakan rasa aman
• sebagai wakil organisasi
• sumber inspirasi
• mau menghargai
Dari peran-peran kepemimpinan yang telah disebutkan di atas maka dapat terlihat pula bahwa Pemimpin yang memiliki sikap kepemimpinan akan memiliki andil dalam pemecahan konflik dalam suatu perusahaan. Konflik yang sering kali terjadi dalam perusahaan antara lain adalah konflik struktural dan konflik fungsi kerja. Kedua konflik ini memerlukan penanganan yang berbeda dalam penyelesaiannya.
Pemimpin yang memiliki sikap kepemimpinan memiliki peranan pokok yang sangat penting dalam penyelesaian konflik struktural. Konflik struktural tidak terlepas dari posisi-posisi jabatan dalam sebuah perusahaan yang semuanya dipimpin oleh satu pemimpin. Adanya pimpinan dan bawahan membuktikan bahwa perusahaan tersebut memiliki struktur kepengurusan yang saling berkaitan. Konflik struktural adalah konflik yang erat kaitannya dengan hierarki jabatan pekerjaan.
Konflik fungsi kerja juga kerap terjadi dalam suatu organisasi atau perusahaan. Konflik fungsi kerja adalah konflik yang muncul karena suatu departemen kerja berinteraksi dengan departemen kerja lainnya, dimana antar departemen memiliki pemahaman yang berbeda untuk menyelesaikan suatu pekerjaan.

Contoh peran Kepemimpinan dalam konflik struktural dan konflik fungsi kerja yang terjadi diperusahaan;

Konflik yang terjadi dalam perusahaan apindo berawal dari relokasi perusahaan yang sekiranya akan berpotensi menghentikan sekitar 500 ribu pekerja, alasan kedua perusahaan ini merelokasi pabrik karena tingginya beban upah buruh yang harus dibayarkan dari Rp. 1,2 juta menjadi naik Rp. 1,7 juta. Negara tujuan relokasi perusahaan ini adaah Myanmar. Sofyan ketua Apindo menilai masalah ini tidak perlu terjadi jika pemerintah membenahi sektor infrastruktur, listrik, logistik, dan kepastian hukum. Dengan mumpuninya seluruh sektor tersebut, beban biaya produksi dapat ditekan. Sebetulnya jika hal ini diperbaiki, pengusaha tidak keberatan untuk menaikkan upah karena cost berkurang.
Penyelesaian konflik dapat dilakukan dengan cara seorang pemimpin yang berperan dalam penyelesaian konflik harus menetapkan jenis konflik yang sedang terjadi, apakah itu merupakan konflik struktural atau konflik struktur kerja. Memandang konflik yang terjadi sebagai masalah pihak-pihak yang berkaitan dengan konflik tersebut namun merupakan masalah bersama yang harus diselesaikan secara bersama-sama. Merumuskan hipotesis-hipotesis penyebab dari konflik yang telah terjadi kemudian mengumpulkan persepsi dari masing-masing pihak yang berguna sebagai peguat dari hipotesis yang telah ada. Kemudian menyiapkan sebuah keputusan yang sifatnya mendamaikan pihak-pihak yang mengalami konflik sehingga terbentuklah kesepakatan yang sifatnya mengikat dan mempersatukan garis kerja yang telah sempat kusut.

Dehumanisasi yang muncul dalam Praktek-praktek Manajemen

Dehumanisasi merupakan bentuktindakan kurang manusiawi yang dilakukan oleh seseorang kepada orang lain. Bentuk dehumanisasi yang paling mudah dikenali adalah tindakan kasar dan keras kepada pekerja. Dehumanisasi tidak hanya terjadi dalam lingkup pekerja dalam skala kecil seperti pembantu rumah tangga, buruh rumahan dan lain-lain, namun juga dapat terjadi diperusahaan-perusahaan besar. Praktek dehumanisasi dapat menciderai rasa seseorang untuk menjalankan pekerjaannya dengan penuh rasa nyaman, sehingga menjadi sulit untuk berkonsentrasi dalam bekerja.

Contoh Nyata Dehumanisasi

Kasus yang pertama ini berasal dari sebuah pabrik di Beijing China yang ditutup secara paksa karena diduga memperbudak 11 pekerja, yang kebanyakan mengalami cacat mental. Kesebelas pekerja tersebut diberikan waktu jam kerja yang sangat panjang di pabrik bahan bangunan, mengalami pemukulan secara reguler, dan hanya diberikan makanan yang sebenarnya hanya layak diberikan untuk hewan. Para pekerja tersebut sebenarnya disalurkan oleh lembaga yang menyalurkan pekerjaan bagi para penyandang cacat, namun ternyata pada kenyataanya para penyandang cacat tersebut disalurkan ke perusahaan yang justru malah memperbudak para penyandang cacat tersebut.
Kasus yang keduayang tidak jauh berbeda seperti kasus pertama berasal dari Indonesia, 29 ABK (Anak Buah Kapal) yang berasal dari indonesia bekerja di sebuah kapal yang dimiliki oleh perusahaan china. Selain mendapatkan perlakuan buruk dari juragannya seluruh ABK tidak diberikan makanan yang layak, mereka sering kali hanya makan nasi yang disiram air panas untuk membunuh rasa lapar ketika keadaan mendesak, kadang mereka pun makan biskuit kadaluarsa yang ditaruh dibawah patung dewi Kuan Im yang dipasang ketika hariraya Imlek
Dari kedua kasus ini sangat jelas dehumanisasi yang dilakukan oleh pemilik perusahaan yang terkait kepada pekerjanya berupa tindakan yang tidak manusiawi seperti memperbudak pekerja cacat mental, memukul pekerja padahal pekerja sudah dibebani waktu kerja yang panjang dan pekerjaan yang berat serta pemberian Kebutuhan hidup dasar yaitu makanan yang tidak layak kepada pekerja.
Dehumanisasi sebenarnya dapat dicegah dengan dibuat dan diperkuatnya perundang-undangan yang berisi tentang perlindungan terhadap tenaga kerja, sehingga menyadarkan para pemilik perusahaan bahwa perlakuan dehumanisasi sekecil apapun merupakan pelanggaran hukum dan ada sangsi apabila melakukannya.

DAFTAR PUSTAKA
news.detik.com/read/2011/07/28/002832/1690970/10/pilot-garuda-mogok-kerja-di-bandara-soekarno-hatta

http://www.tempo.co/read/news/2014/12/04/116626327/ABK-Asal-Indonesia-Diperbudak-Makan-Nasi-Siraman
http://zainalhana.blogspot.com/2010/07/makalah.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s