TULISAN 1 : PSIKOTERAPI (11512643)

1. PENDEKATAN-PENDEKATAN DALAM PSIKOTERAPI
A. PSIKOANALISA
Seperti yang kita ketahui dua tokoh utama dalam psikoanalisa adalah Sigmund Freud yang dikenal sebagai pendiri psikoanalisis dan Carl Gustav Jung yang dikenal dengan teori psikologi analitisya. Psikoanalisis memperkenalkan kita kepda dunia ketidaksadaran (the unconscius) yang ada dibalik kesadaran (the conscius). Teori inilah yang dipergunakan dalam psikoterapi terutama dalam hipnosis untuk menjadi sarana terapeutik untuk agresi dan katarsis. Freud menggambarkan kesadaran adalah seperti sebuah gunung es yang terlihat dipermukaan laut sedangkan ketidaksadaran seperti bagian bagian terbesar gunung es yang terbenam dibawah permukaan laut. Ketidak sadaran berisi tentang isting dan pengalaman traumatis yang direpresi. Kecemasan yang ditimbulkan dari ketidak sadaran berpotensi untuk menimbulkan ganggua mental yang disebut Neurosis. Agar terhindar dari gangguan tersebut setiap orang mengembangkan mekanisme pertahanan diri (defense-mechanism). Ada begitu banyak mekanisme pertahanan diri yang dikemukakan oleh Freud yang semua dilakukan untuk mengatasi kecemasa, contoh;
Proyeksi Karena super ego melarang seseorang mempunyai perasaan atau sikap negatif terhadap orang lain, maka ia membuat seolah-olah orang lain yang mempunyai perasaan atau sikap negatifterhadap dirinya.
Regresi untuk mengindari kegagalan-kegagalan atau ancaman terhadap ego-nya, individu mundur kembali ke taraf perkembangan yang lebih rendah, misalnya menggigit jari atau menjerit.
Represi jika seseorang mengalami suatu peristiwa, tetapi karena pengalaman itu ternyata mengancam atau bertentangan dengan superego, maka pengalaman tersebut ditekan atau direpres masuk kedalam ketidaksadaran dan disimpan agar tidak mengancam superego lagi.
Pembentukan Reaksi reaksi seseorang yang sebaliknya dari yang dikehendaki, agar tidak melanggar ketentuan dari superego.
Displacement jika seseorang tidak dapat melampiaskan perasaan terhadap orang lain kerena hambatan dari super ego,maka ia akan melampiaskan perasaan tersebut kepada pihak ketiga.
Rationalisation dorongan-dorongan yang sebenarnya dilarang oleh super ego, dicarikan dasar rasionalnya sedemikian rupa, sehingga seolah-olah dapat dibenarkan.
Supression upaya menekan sesuatu yang dianggap membahayakan atau bertentangan dengan super ego ke dalam ketidaksadarannya.
Sublimation dorongan-dorongan yang tidak dibenarkan oleh super ego dialihkan ke dalam bentuk perilaku yang lebih sesuai dengan norma-norma masyarakat.
Compensation untuk menutupi kegagalan dalam suatu bidang kelemahan atau dari bagian atau organ fisiknya, ia membuat prestasi yang lebih tinggi dalam bidang tersebut atau yang berkaitan dengan organ fisiknya. Dengan demikian egonya terhindar dari ejekan atau rasa rendah diri.
Berbeda dengan freud Carl Gustav Jung membagi kesadaran menjadi dua:
1. Ketidaksadaran personal. Sekumpulan perasaan, pikiran, dan persepsi yang berhubungan dengan tema emosional tertentu. Setiap orang memiliki tombol-tombil yang sensitif dalam ketidaksadaran yang mana tombol-tombol tersebut bisa menimbulkan gejolak emosional tersebut.
2. Ketidaksadaran kolektif. Berisi tentang arketope-arketipe, arketipe tampil dalam simbol-simbol yang bisa dipahami lebih baik bila seseorang memiliki pengetahuan tentang mitologi.
Teknik konseling dengan pendekatan psikoanalisa.
1. Asosiasi Bebas tujuan teknik ini adalah untuk mengungkapkan pengalaman masa lalu dan menghentikan emosi-emosi yang berhubungan dengan pengalaman traumatik masa lampau.
2. Interpretasi atau penafsiran adalah teknik yang digunakan oleh konselor untuk menganalisis asosiasi bebas, mimpi, resistensi, dan transferensi perasaan klien dengan tujuan utama untuk menemukan materi yang tidak disadari. Dengan demikian ego klien dapat mencerna materi tersebut melalui pemahaman baru dan dengan penuh kesadaran.
3. Analisis Mimpi bagi Freud mimpi adalah ekspresi simbolik dari kebutuhan-kebutuhannya yang terdesak.setiap mimpi memiliki isi yang bersifat manifes atau disadari dan juga yang bersifat laten (tersembunyi). Tujuan analisis mimpi adalah untuk mencari isi yang laten atau sesuatu yang ada dibalik isi yang manifes, untuk menemukan sumber-sumber konflik terdesak.
4. Analisis resistensi merupakan suatu dinamika yang tidak disadari untuk mempertahankan kecemasan. Resistensi atau penolakan adalah keengganan klien untuk mengungkapkan materi ketidaksadaran yang mengancam dirinya, yang berarti ada pertahanan diri terhadap kecemasan yang dialaminya.
5. Analisi Transferensi dilakukan dengan mengusahakan agar klien mampu mengembangkan transferensinya guna mengungkap kecemasan-kecemasan yang dialami pada masa kanak-kanaknya. Apabila transferensi ini tidak ditangani dengan baik, maka klien dapat menjadi bersikap menolak terhadap perlakuan terapis dan proses terapi dapat dirasakan sebagai suatu hukuman.

B. PSIKOLOGI BELAJAR
Menurut teori behavioristik, berajar adalah perubahan tingkah laku sebagai akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon. Seseorang dianggap telah belajar sesuatu apabila ia mampu menunjukan perubahan tingkah laku. Dengan kata lain, belajar merupakan bentuk perubanhan yang dialami klien dalam hal kemampuannya untuk bertingkah laku dengan carayang baru sebagai hasil dari interaksi stimulus dan respon. Dua pemikiran utama dalam Behaviorisme yaitu pengkondisian klasik yang diperkenalkan oleh Ivan Petrovich Paplov (1849-1936) serta pengkondisian operan dari Burrhus Fedrick Skinner (1904-1990) yang keduanya tersebut dianggap dapat berguna untuk memecahkan masalah-masalah tingkah laku abnormal dari yang sederhana (hysteria, obsesional neurosis, paranoid) sampai pada yang kompleks (seperti phobia, anxiety,dan psikosa) . Pemikiran kedua tokoh ini akan membantu dalam memahami proses induksi (proses pada kliensampai pada tidur hipnotik) dan sugesti posthipnotik (sugesti yang diberikan selama trans).
Teori behavioral menganggap bahwa pada dasarnya manusia bersifat mekanistik dan hidup dalam alam yang deterministik, dengan sedikit peran aktifnya untuk memilih martabatnya. Perilaku manusia adalah hasil respon terhadap lingkungan dengan kontrol yang terbatas dan melalui interaksi ini kemudian berkembang pola-pola perilaku yang kemudian membentuk kepribadian. Dalam konsep behavioral perilaku manusia merupakan hasil dari proses belajar, sehingga dapat dirubah dengan manipulasi kondisi-kondisi belajar. Dengan demikian teori konseling behavioral hakekatnya merupakan aplikasi prinsip-prinsip dan teknik belajar secara sistematis dalam usahamenyembuhkan gangguan tingkah laku. Asumsinya bahwa gangguan tingkah laku diperoleh melalui hasil belajar yang keliru,dan karenanya harus diubah melalui proses belajar, sehingga lebih sesuai.
Para ahli behaviorisme termasuk Ivan Petrovich Paplov ingin meneliti psikologi secara objektif, yaitu yang dapat diobservasi secara nyata, karena menurut mereka kesadaran tidak dapat diobservasi secara langsung.

C. HUMANISTIK
Psikologi humanistis berorientasi pada keunikan manusia dan pemahaman yang positif serta optimistis tentang kepribadian manusia. Dua tokoh yang utama dalam humanistis adalah Abraham Harold Maslow dan Carl Ransom Rogers.
Abraham maslow terkenal dengan teori hierarki kebutuhannya yang dibuat untuk membatasi pandangan tentang totalitas kepribadian. Hierarki kebutuhan berarti bahwa terpenuhinya kebutuhan yang lebih rendah akan mendorong ke pemenuhan kebutuhan yang lebih tinggi. Mencapai aktualisasi diri bukanlah akhir dari pemenuhan kebutuhan, ketika aktualisasi diri tercapai orang aakan mengalami pengalaman puncak (peak experience). Banyak orang yang menjadikan pengalaman puncak sebagai pengalaman terpenting dan sangat bernilai dalam hidup mereka. Dengan melampaui (yunani:meta) kebutuhan dasar itu, mereka masuk kedalam tataran kebutuhan yang lebih tinggi, orang tidak lagi didorong oleh kebutuhan, tapi terdorong (secara spontan) oleh metakebutuhan yang berisi nilai-nilai universal, seperti cinta, keutamaan, rasa kemanusiaan.
Menurut maslow psikologi harus lebih manusiawi, yaitu lebih memusatkan perhatiannya pada masalah-masalah kemanusiaan. Psikologi harus mempelajari kedalaman sifat manusia, selain mempelajari yang nampak, juga mempelajari perilaku yang tidak nampak; mempelajari kesadaran maupun ketidak sadaran.
Aspek praktis dari pemikiran Humanistis ditemui dalam terapi yang berpusat pada pribadi (person-centered therapy) yang dikembangkan oleh Carl Rogers, diri yang ada dalam setiap manusia dapat dilihat sebagai segitiga, segi pertama adalah diri yang sesungguhnya (real-self), yaitu aku seperti apa danya, segi kedua adalah diri yang dipersepsikan (perceived-self), yaitu aku yang diinterpretasikan atau dipersepsikan; dan si ketiga adalah diri ideal (ideal self) yaitu diri yang aku cita-citakan. Psikologi humanisttis mengajak kita berfokus pada sisi sehat kepribadian manusia dengan mengembangkan unconditional positive regarddan empati. Baik terapis maupun klien perlu melihat tubuh dengan kacamata sehat. Berpikir secara humanistis, berarti berpikir tentang cara mengalirkan energi ke arah yang baik. Dalam (person-centered therapy) Rogers lebih menekankan pentingnya relasi antar pribadi dengan sikap saling menghargai dan tanpa prasangka (antara klien dan terapist) dalam membantu individu mengatasi masalah-masalah kehidupannya serta dalam mempermudah perkembangan kepribadiannya. Rogers meyakini bahwa klien sebenarnya memiliki jawaban sendiri atas permasalahan yang dihadapinya dan tugas terapis hanya membimbing klien menemukan jawaban yang benar.

D. KOGNITIF
Orientasi utama Psikologi Kognitif adalah bagaimana seseorang berpikir dan merasa saat ini.. Perilaku adalah efek dari pikiran dan perasaan. Tokoh penting dalam psikologi kognitif adalah Aaron Beck. Menurut beck, banyak gangguan psikologis disebabkan oleh pikiran-pikiran dan perasaan-perasaan negatif. Selanjutnya, pokiran dan perasaan negatif berkembang menjadi kepercayaan negatif sehingga perlu ditata ulang (direstrukturisasi) dan ditransformasikan menjadi kepercayaan yang positif.
Terapi kognitif adalah terapi yang mempergunakan pendekatan terstruktur, aktif, direktif dan berjangka waktu singkat, untuk menghadapi berbagai hambatan dalam kepribadian, misalnya, ansietas atau depresi. Pikiran seseorang memberikan gambaran tentang rangkaian kejadian didalam kesadarannya. Gejala perilaku yang berkelainan atau menyimpang, berhubungan erat dengan isi pikiran. Terapi kognitif dipergunakan untuk mengidentifikasi, memperbaiki prilaku yang malasuai, dan fungsi kognisi yang terhambat, yang mendasari aspek kognitifnya yang ada.
Terapi kognitif biasanya disertai dengan adanya perubahan prilaku (behavioristik) sehingga sering disebut terapi kognitif-behavioristik. kognitif-behavioristik mendasarkan pada penggabungan antara tiga pendekatan terhadap manusia, yakni pendekatan biomedik, intrapsikis dan lingkungan. Dalam melakukan terapi denganteknik ini, banyak mempergunakan prosedur dasar untuk melakukan perubahan perilaku (Behavior modification). Terapi kognitif-behavioristik ini mendasarkan pada tiga dasar pokok yakni:
1. Aktivitas kognitif mempengaruhi perilaku.
2. Aktivitas kognitif dapat dipantau dan diubah-ubah
3. Perubahan perilaku yang dikehendaki dapat dilakukan melalui perubahan kognitif.
Perubahan perilaku terjadi melalui proses yang melibatkan interaksi dari berbicara dalam pikiran (inner speech), struktur kognitif dan perilaku dengan akibat-akibatnya.

2. CONTOH KASUS YANG DAPAT DITANGANI MELALUI PENDEKATAN-PENDEKATAN PSIKOTERAPI.
A. PSIKODINAMIK
Pada masa kanak-kanak Rani sering melihat ibunya dipukuli oleh ayahnya, bahkan perlakuan kasar tersebut tidak jarang juga dialami Rani. Setelah ibunya berpisah dengan ayahnya dia sudah tidak pernah mengalami kekerasan itu lagi. Namun ketika dewasa perilaku Rani mulai semakin jelas, Rani memiliki kemampuan maladaptif sehingga mengganggu hubungannya dengan orang-orang disekitarnya. Rani memiliki kepribadian yang mudah curiga dengan orang lain, pemarah, mudah tersinggung, penyendiri dan kesulitan dalam bergaul.

B. BEHAVIORISTIK
Tono adalah seorang kariawan yang ulet, disiplin, optimis, periang dan mudah bergaul sehingga banyak pencapaian-pencapaian diperusahaan yang dialami Tono. Namun pada suatu waktu karena satu dan lain hal tono mengalami kegagalan pertamanya Tono gagal pada sebuah kesempatan yang sangat besar sehingga rasa kecewa dari kegagalan tersebut tidak hanya dirasakan Tono namun juga dirasakan oleh seisi perusahaan. Satu per satu rekan kerja Tono mulai menunjukan rasa kecewanya di hadapan Tono sehingga membuat Tono menjadi lebih tertekan. Semenjak kejadian itu Tono berubah menjadi pribadi yang murung, tempramen, tidak bersemangat, menjadi rendah diri, kekecewaanyang berkepanjangan. Perilaku tersebut sangat berbeda kepribadin asli Tono.

C. HUMANISTIK
Ani sangat ingin menjadi ballerina yang handal dimasa depan sehingga ia tekun mengikuti sekolah ballet sampai ia menginjak umur 15 tahun namun suatu waktu Ani mengalami kecelakaan yang membuat tulang kakinya mengalami cidera sehigga dokter menyarankan supaya Ani tidak melakukan aktifitas yang berat termasuk juga untuk menari ballet. Semenjak saat itu Ani mengubur dalam-dalam cita-citanya menjadi seorang balerina Profesional dan Ani menjadi merasa tidak berharga karena sudah tidak bisa bermain ballet, sehingga rasa tidak berharga tersebut menggangu kehidupan sehari-hari Ani.

D. KOGNITIF
Rika mengalami phobia terhadap cicak karena ia pernah secara tidak sengaja dijatuhi cicak sehingga masuk kedalam pakaiannya, ditambah ia berpandangan bahwa bentuk cicak hampir menyerupai buaya dengan ukuran yang lebih kecil, semenjak itulah ia memiliki phobia terhadap cicak karena cicak dianggap dapat membahayakan dirinya.

3. PANDANGAN SAYA MENGENAI PENANGANAN KASUS TERSEBUT
A. Psikodinamik
Kasus yang telah disebutkan pada point 2 memang sangat sesuai ditangani dengan terapi psikodinamik, karena pada kasus tersebut klien mengalami pengalaman traumatis yaitu kekerasan pada masa kecilnya yang secara tidak sadar telah direpres oleh otak sehingga kecemasan yang ditimbulkan dari pengalaman traumatik itu ditekan namun tanpa disadari pengalaman traumatis itu juga membentuk kepribadaian maladaptif pada klien tersebut.merepresikan pengalaman-pengalaman ke dalam ketidaksadaran termasuk kedalam mekanisme pertahanan diri yang dimiliki seseorang yang juga merupakan kajian yang diteliti dalam bidang psikodinamika.

B. Behavioristik
Pada dasarnya tono memiliki kepribadian yang cukup baik namun kegagalan yang dihadapinya serta pengaruh lingkungan kantor yang merasa kecewa akan kegagalan yang dibuat Tono membuat Tono mengalami depresi serta rendah diri sehingga seakan-akan kepribadian Tono berubah. Kasus ini sangat cocok ditangani dengan terapi behvioristik karena perilaku yang ditampilkan Tono merupakan suatu hasil respon dari lingkungan serta hasil dari proses belajar. Tono kurang memiliki contoh perilaku adaptif terhadap kegagalan yang dapat dipelajari dari orag lain sehingga ketika Tono sendiri yang mengalami kegagalan dia tidak mampu atau kesulitan beradaptasi dalam situasi tersebut, untuk menangani kasus tersebut dalam terapi behavioristik biasanya ditangani dengan teknik Unitative learning / Social modelling.

C. Humanistik
Dalam Contoh kasus diatas Ani mengalami incongruence dalam dirinya artinya realitas bahwa Ani tidak boleh menari ballet bertentangan dengan realself Ani yang menginginkan menjadi balerina profesional. Dalam terapi Humanistik Terapis akan membimbing Ani untuk dapat menerima dirinya sebagaimana adanya serta memotivasi Ani untuk mengembangkan kemampuan-kemampuannya yang lain sehingga Ani dapat lebih berkembang dan mengaktualisasikan dirinya di bidang yang lain dan dapat meningkatkan rasa harga diri Ani kembali.

D. Kognitif
Kasus yang telah dijabarkan dalam poin 2 menurut saya Klien tersebut dapat ditangani dengan terapi kognitif karena klien memiliki perspektif yang salah mengenai cicak yang dianggap dapat membahayakan. Dalam terapi kognitif perspektif negatif terhadap cicak itulah yang perlu diubah, klien diberi pemahaman baru mengenai cicak bahwa cicak bukanlah binatang yang berbahaya sehingga perlu ditakuti, setelah kognitif klien berubah diharapkan akan disertai dengan perubahan perilaku dari takut cicak menjadi tidak takut cicak.

Daftar Pustaka :
Basuki, A.M. Heru.(2008).Psikologi Umum.Jakarta:Universitas Gunadarma.
Gunarsah, Singgih D.(2007).Konseling dan psikoterapi.Jakarta: Gunung Mulia.
Mashudi, Farid.(2013).Psikologi Konseling.Jogjakarta:IRCiSoD.
La, Kahija. Y.F.(2007). HIPNOTERPI : Prinsip-prinsip Dasar Praktik Psikoterapi. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama.
Handout Psikologi Konseling Nurul Qomariyah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s