Tulisan 2 : PSIKOTERAPI (11512643)

1.TERAPI KELOMPOK ITU APA?

Konseling kelompok didefinisikan sebagai suatu dinamika, proses antarpribadi yang memusatkan pada pikiran sadar, perasaan dan tingkah laku (Corey,1996; Gazda,Duncan, &Meadow, 1967). Terapi kelompok juga didefinisikan sebagai bentuk psikoterapi di mana satu atau lebih terapis mengobati sekelompok kecil klien bersama-sama sebagai sebuah kelompok. Istilah ini secara sah dapat merujuk kepada segala bentuk psikoterapi ketika disampaikan dalam format kelompok. Terdapat beberapa tokoh yang mendefinisikan mengenai pengertian terapi kelompok.
1. Terapi kelompok adalah metoda pekerjaan sosial dengan mana pengalaman-pengalaman kelompok digunakan oleh pekerja sosial sebagai medium praktik utama yang bertujuan untuk mempengaruhi keberfungsial sosial, pertumbuhan atau perubahan anggota-anggota kelompok (Margaret E. Hartford).
2. Terapi kelompok adalahsuatu pelayanan kepada kelompok yang tujuan utamanya untuk membantu anggota-anggota kelompok memperbaiki penyesuaian sosial mereka (social adjusment), dan tujuan keduanya untuk membantu kelompok mencapai tujuan-tujuan yang disepakati oleh masyarakat (National Association of Work/NASW).
3. Terapi kelompok adalah suatu metode khusus yang memberikan kesempatan-kesempatan kepada individu-individu dan kelompok-kelompok untuk tumbuh dalam setting-setting fungsional pekerjaan Sosial, rekreasi dan pendidikan (Harleigh B. Tecker).
4. Terapi kelompok memungkinkan beberapa jenis kelompok berfungsi sedemikian rupa, sehingga interaksi kelompok dan kegiatan-kegiatan program memberikan kontribusi pada pertumbuhan individu-individu dalam pencapaian tujuan-tujuan sosial yang diingikan (American Association of Group Worker & Grace L. Coyle).

Sehingga dapat kita simpulkan bahwa terapi kelomok adalah metode khusus yang memberikan kesempatan-kesempatan kepada individu-individu dan kelompok-kelompok untuk membantu anggota-anggota kelompok memperbaiki penyesuaian sosial mereka (social adjusment) yang bertujuan untuk mempengaruhi keberfungsial sosial, pertumbuhan atau perubahan anggota-anggota kelompok.

2. LALU BAGAIMANAKAH CARA MELAKUKAN TERAPI KELOMPOK TERSEBUT?

Menurut Zastrow (dalam suharto 2007)mendiskusikan tahap-tahap dalam melakuka terapi kelompok seperti berikut.
1. Tahap intake
Tahap ini ditandai dengan adanya pengakuan mengenai masalah spesifik yang mungkin tepat dipecahkan melalui pendekatan kelompok. Kesadaran ini mungkin dihaslkan dari pengungkapan masalah oleh klien sendiri atau berdasarkan penelaahan situasi oleh terapis. Tahap ini disebut juga kontrak antara terapis dengan klien, karena pada tahap ini dirumuskannya persetujuan dan komitmen antara mereka unruk melakukan kegiatan-kegiatan perubahan tingkah laku.
2. Tahap assessmen dan perencanaan intervensi
Pemimpin kelompok bersama dengan anggoota kelompok mengidentifikasi permasalah, tujuan-tujuan kelompok serta merancang tindakan pemecahan masalah. Kelompok berjalan secara dinamis dan perlu penyesuaian tujuan-tujuan.
3. Tahap penyeleksian anggota
Penyeleksian anggota harus dilakukan pada orang-orang yang paling mungkon mendapatkan manfaat dari struktur kelompok dan keterlibatannya dalam kelompok. Komposisi kelompok (usia, jenis kelamin, status sosial) adalah faktor yang dipertimbangkan dalam tahap ini. Selain itu, ketertarikan individu terhadap kelompok jug diperhatiakn karena anggota yang memiliki perasaan positif akan terlibat dalam berbagai kegiatan kelompok secara teratur dan konsisten.
4. Tahap pengembangan kelompok
Norma-norma, harapan, nilai-nilai dan tujuan-tujuan akan muncul pada tahap ini dan akan mempengaruhi serta dipengaruhi oleh aktivitas dan relasi yang berkembang dalam kelompok. Terapis berperan aktif mendorong kelompok mencapai tujuan.
5. Tahap evaluasi dan terminasi
Evaluasi merupakan proses yang berkelanjutan, karena evaluasi tidak selalu dilakukan pada tahap akhir suaru kegiatan. Evaluasi diartikan sebagai pengidentifikasian atau pengukuran terhadap proses dan hasil kegiatan kelompok secara menyeluruh, sedangkan pemantauan proses keberhasilan kelompok yang dilakukan pada setiap fase dapat disebut sebagai monitoring.
Berdasarkan hasil evaluasi dan monitoring tersebut dilakukan terminasi atau pengakhiran kelompok. Terminasi dilakukan berdasarkan pertimbangan dan alasan sebagai berikut:
1.) Tujuan individu maupun kelompok telah tercapai.
2.) Waktu yang ditetapkan (duration of group) telah beakhir.
3.) kelompok gagal mencapai tujuan tujuannya.
4.) keberlanjutan kelompok dapat membahayakan satu atau lebih anggotakelompok.

3. KEMUDIAN MANFAAT APA YANG DAPAT DIPEROLEH DARI TERAPI KELOMPOK?

Terapi kelompok memberikan beberapa manfaat kepada anggotanya. Pertama, peserta terai kelompok memiliki kesempatan untuk membicarakan tentang persoalan yang mereka miliki kepada peserta yang lain kemudian mendengarkan komentar dari peserta lain terhadap masalah yang sedang mereka alami. Kedua terapi kelompok juga dapat memberikan gagasan dan sugesti dari anggota lainnya tentang bagaimana carayang lebih baik untuk mengatasi persoalan mereka. Psikologi kelompok juga memungkinkan anggota kelompok untuk menambah pengertian dan penerimaan tetang nilai, tujuan dan untuk belajar tentang sikap dan tingkah laku tertentu. Terapi kelompok membantu individu untuk menggunakan umber inner untuk menghadapi kejadian-kejadian dalam hidup dengan lebih efektif dan mendapatkan kesadaran yang lebih besar, pengertian dan penerimaan terhadap diri sendiri dan orang lain.

4. KASUS-KASUS APA YANG DAPAT DISELESAIKAN DALAM TERAPI KELOMPOK?

Dalam dunia perkembangan anak terapi dipergunakan sebagai kasus-kasus yang berhubungan tentang tugas perkembangan masa kanak-kanak sehingga membentuk anak-anak yang sehat dan terampil membuat keputusan bagi mereka, memperkuat mereka menghadapi masalah, dan belajar strategi memecahkan masalah baru. Sedangkan pada remaja terapi kelompok juga dipergunakan untuk mengatasi kenakalan-kenakalan remaja seperti, malas belajar, tawuran, perilaku agresif antar anggota kelompok, membolos, dan lain sebagainya.
Di dunia industri, terapi kelompok sangat sering digunakan sebagai metode untuk mengatasi masalah-masalah yang dialami para pegawai seperti kecanduan alkohol, obat-obatan terlarang , rokok, kemalasan bekerja, konflik antar pegawai.

5. CONTOH KASUS YANG DISELESAIKAN DALAM TERAPI KELOMPOK.

Dalam percobaan yang dilakukan oleh Baskoro (2013), terdapat 6 remaja berusia 14-16 tahun yang menunjukan perilaku agresif baik secara fisik maupun verbal yang terdiri dari 3 anak laki-laki dan 3 anak perempuan yang akan diberi terapi kelompok. Terapi kelompok akan dilakukan sebanyak 7 sesi (80 menit setiap sesi), dan terdapat dua sesi dalam satu minggu. Hasil dari terapi yang telah dilaksanakan dalam 7 sesi didapatkan bahwa terapi kelompok menurunkan perilaku agresif pada remaja dalam prosesnya karena beberapa hal sebagai berikut:
a. Peserta terapi kelompok membuat solusi untuk menghadapi suatu situasi permasalahan dan melaksanakannya dalam waktu tuhuj sesi.
b. Peserta dapat mengetahui mengenai respon orang lain ketika mereka mencoba perilaku yang lebih baik,
c. partisipan dapat memantau keadaan dirin¬ya sendiri, sehingga lebih dapat mengendal-ikan diri ketika menghadapi suatu permasala¬han,
d. partisipan memiliki keyakinan bahwa mereka dapat mempertahankan perilaku solu¬si yang telah mereka buat ketika menghadapi situasi permasalahan.

Sumber:
Baskoro, D. S. B.(2013). Model solution focused brief group therapy untuk perilaku agresif remaja. Jurnal sains dan praktik psikologi. Vol 1 (1), 14-25.
Djiwandono, S. E. W. (2005). Konseling dan Terapi dengan Anak dan Orang Tua.Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia
Mashudi, Farid.(2013).Psikologi Konseling.Jogjakarta:IRCiSoD
Suharto, E. (2007). Pekerjaan Sosial di Dunia Industri: Memperkuat Tanggungjawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility). Bandung: Refika Aditama.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s