DEFINISI SISTEM INFORMASI DAN PENERAPANNYA

Sistem informasi adalah kumpulan komponen dimana masing-masing komponen memiliki fungsi yang saling berinteraksi dan saling tergantung serta memiliki satu kesatuan yang utuh untuk bekerja mencapai tujuan tertentu (Nuraida, 2008). Menurut Komaruddin (dalam Nuraida,2008) sistem informasi merupakan seperangkat prosedur yang terorganisasi dengan sistematik yang jika dilaksanakan akan menyediakan informasi yang dapat dimanfaatkan dalam proses pembuatan keputusan.

Untuk menciptakan suatu system informasi harus dipertimbangkan beberapa hal,

Baridwan (dalam Hidayat, 2012) menyebutkan :

  • Informasi yang dihasilkan harus tepat waktu, dalam bentuk yang mudah dipahami, relevan dengan keputusan yang diambil dan dapat dipercaya. Artinya informsinya diteliti dan tidak mengandung kesalahan.
  • Biaya untuk melaksanakan sistem harus dibuat seminimal mungkin tanpa mengorbankan manfaat sistem dalam menghasilkan informasi, dan dalam mengawasi harta milik perusahaan. Berbagai macam unsur biaya yang perlu direncanakan adalah meliputi mesin yang dipakai, laporan yang dihasilkan, karyawan yang melaksanakan pekerjaan dan lain-lain.
  • Sistem Informasi yang dihasilkan harus fleksibel, dalam arti informasi tersebut harus mampu menampung perubahan dalam kebutuhan akan informasi tanpa perlu mengadakan perubahan yang besar. Fleksibel ini bukan berarti tidak terbatas, karena bila perusahaan mengalami perubahan yang sangat besar maka bagaimanapun juga akan diperlukan beberapa penyesuaian dalam sistem, sedapat mungkin penyesuaian-penyesuaian seperti ini tidak merupakan perombakan total dalam sistem yang berjalan.
  • Sistem harus sederhana, dalam arti mudah dipahami oleh pelaksanaan dan mudah dilaksanakan tanpa menimbulkan kesulitan-kesulitan yang tidak perlu.

Sistem Informasi dapat diterapkan dalam bermacam-macam bidang contohnya saja Sistem Informasi akuntansi. Sistem informasi akuntansi adalah suatu sumber daya manusia dan modal dalam suatu organisasi, yang bertugas untuk menyiapkan informasi keuangan dan juga informasi yang diperoleh dari kegiatan pengumpulan data transaksi. Peran pentingnya sistem informasi akuntansi dalam hal pembuatan keputusan manajemen menurut Cushing (dalam Hidayat, 2012) adalah sebagai berikut :

  1. Informasi akuntansi sering memberikan dorongan kepada peengambil keputusan manajemen dengan menunjukkan adanya suatu yang mendukung tindakan manajemen.
  2. Informasi akuntansi sering memberikan suatu dasar untuk mengadakan pilihan antara berbagai alternatif tindakan yang mungkin dilakukan.

Daftar Pustaka:

Nuraida, I. (2008). Manajemen administrasi Perkantoran. Yogyakarta: Kanisius.

Hidayat. A., Sugiarto. (2012). Penerapan system informasi akuntansi berbasis computer pada kopinspek PT. Sucofindo cabang medan. Jurnal wira ekonomi mikroskil. Vol.2 (01)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s